Imam Abu al-Qasim al-Qusyairi (376–465 H / 986–1072 M) bernama lengkap Abdul Karim bin Hawazin bin Abdul Malik bin Talhah al-Qusyairi. Beliau adalah seorang wali besar, pakar tasawuf, mufasir, ahli hadis, serta pilar utama teologi Asy'ariyah dari generasi ketiga (thabaqat tsalitsah).
Biografi Singkat
- Kelahiran & Asal: Lahir di Ustuwa (sebuah kawasan di sekitar Naisabur, Khurasan, Iran) pada tahun 376 H dari keluarga keturunan suku Arab Qusyair.
- Masa Muda & Pendidikan: Kehilangan ayahnya sejak kecil dan dibesarkan dalam bimbingan keluarga. Awalnya beliau pergi ke Naisabur untuk mempelajari aritmatika/perpajakan demi membantu desanya, namun takdir membawanya ke majelis sufi besar Abu Ali ad-Daqqaq (w. 405 H), yang kemudian menjadi guru spiritual sekaligus mertuanya.
- Perjalanan Keilmuan: Atas arahan Abu Ali ad-Daqqaq, beliau mendalami teologi Asy'ariyah dan ushul fikih kepada pilar-pilar utama Asy'ariyah generasi kedua di Naisabur, yaitu Imam Ibnu Furak (w. 406 H) dan Abu Ishaq al-Isfarayini (w. 418 H). Beliau juga berguru fikih Syafi'i kepada Abu Bakr al-Tusi.
- Ujian Mihnah Naisabur (445 H): Pada masa menteri Al-Kunduri (zaman Dinasti Seljuk awal), terjadi intimidasi/persekusi (mihnah) terhadap para ulama Asy'ariyah. Al-Qusyairi dengan berani menulis risalah pembelaan dan sempat dipenjara di Benteng Naisabur sebelum akhirnya pergi ke Makkah dan Baghdad hingga situasi politik membaik.
- Wafat: Wafat di Naisabur pada usia 89 tahun (465 H) dan dimakamkan di samping makam gurunya, Abu Ali ad-Daqqaq.
Peran Utama dalam Mazhab Asy'ariyah
1. Merekonsiliasi Tasawuf dan Teologi Asy'ariyah
Peranpaling bersejarah dari Imam al-Qusyairi adalah menggabungkan hakikat tasawuf dengan syariat dan teologi Asy'ariyah. Beliau membuktikan bahwa tasawuf yang benar tidak boleh menyimpang dari batas-batas akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Tanzih) dan hukum-hukum syariat.
2. Pelopor Pembelaan Teologis (Shikayat Ahl al-Sunnah)
Saat gelombang fitnah memojokkan mazhab Asy'ariyah di Naisabur, Al-Qusyairi menulis risalah monumental berjudul Shikayat Ahl al-Sunnah bi Ma Manassahum min al-Mihnah (Pengluran/Pengaduan Ahlus Sunnah atas Ujian yang Menimpa Mereka). Risalah ini membakar semangat para ulama dan meluruskan tuduhan keliru yang dialamatkan kepada Mazhab Asy'ariyah.
3. Mentransmisikan Akidah Melalui Tafsir dan Hadis
Sama seperti Al-Baihaqi, Al-Qusyairi memperkuat mazhab ini dengan penguasaan hadis dan tafsir Al-Qur'an. Penjelasannya mengenai nama-nama dan sifat Allah serta isu-isu kalam disisipkan dengan sangat halus dan mendalam melalui pendekatan esoteris (isyari) yang selaras dengan akidah Asy'ariyah.
Karya Tulis Utama
- Ar-Risalah al-Qusyairiyyah: Kitab induk terpenting dalam dunia tasawuf Sunni yang memuat biografi para wali, istilah-istilah tasawuf, dan penyelarasan tasawuf dengan akidah Asy'ariyah.
- Latha'if al-Isyarat: Kitab tafsir Al-Qur'an monumental bersuasana sufi-isyari yang memadukan keindahan bahasa, kedalaman makna spiritual, dan prinsip-prinsip teologi Asy'ariyah.
- Shikayat Ahl al-Sunnah: Dokumen sejarah penting yang membela kredibilitas dan kebenaran Mazhab Asy'ariyah dari tuduhan para penentangnya.
- At-Tahbir fi At-Tadzkir: Pembahasan terperinci mengenai Asma'ul Husna (nama-nama indah Allah) dari sudut pandang teologis dan pembentukan karakter akhlak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar