Berikut adalah terjemahan langsung teks dari kelima gambar tersebut ke dalam bahasa Indonesia:
Gambar 1 (Halaman 391)
Dan apa yang mereka pegangi ini menyelisihi ijmak Salaf. Berikut adalah sebagian dari perkataan dan nukilan mereka mengenai ijmak bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan:
1- Yahya bin Sa'id Al-Qatthan berkata: (Semua ulama/imam yang aku dapati, mereka selalu mengatakan: Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang).
2- Abdurrazzaq Ash-Shan'ani berkata: (Aku telah bertemu dengan 62 syekh, di antaranya: Ma'mar, Al-Auza'i, Ats-Tsauri, Al-Walid bin Muhammad Al-Qurasyi, Yazid bin As-Sa'ib, Hammad bin Salamah, Hammad bin Zaid, Sufyan bin 'Uyainah, Syu'aib bin Harb, Waki' bin Al-Jarrah, Malik bin Anas, Ibn Abi Laila, Isma'il bin 'Ayyasy, Al-Walid bin Muslim, dan orang-orang yang tidak kami sebut namanya; semuanya mengatakan: Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang).
3- Abu 'Ubaid Al-Qasim bin Sallam berkata: (Ini adalah penamaan orang-orang yang mengatakan: Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang... Lalu ia menyebutkan lebih dari 130 orang dari kalangan ahli ilmu...)
Catatan Kaki Gambar 1: (1) ((Asy-Syarh Al-Kabir 'ala Al-'Aqidah Ath-Thahawiyyah)) (hal. 968). (2) Lihat: ((Siyar A'lam An-Nubala')) karya Adz-Dzahabi (9/179). (3) Diriwayatkan oleh Al-Lalaka'i dalam ((Syarh Ushul I'tiqad)) (1737).
Gambar 2 (Halaman 392)
(...para sahabat dan selain mereka. Kemudian ia berkata: Mereka semua mengatakan: Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang, dan itulah pendapat Ahlus Sunnah serta yang diamalkan di tempat kami).
4- Ahmad bin Hanbal berkata—dalam penyebutan poin-poin akidahnya—: (Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang. Dan ia menyebutkan hal-hal lainnya lalu berkata: Ini adalah apa yang disepakati oleh para Salaf dari kalangan ulama di berbagai penjuru).
5- Al-Bukhari berkata: (Aku telah bertemu lebih dari seribu ulama dari berbagai negeri, maka aku tidak melihat seorang pun dari mereka berselisih bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang).
6- Ya'qub Al-Fasawi berkata: (Iman menurut kami—Ahlus Sunnah—adalah ikhlas kepada Allah dengan hati, lisan, dan anggota badan, yaitu perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang. Di atas itulah kami mendapati semua orang yang kami temui di zaman kami di Mekkah, Madinah, Syam, Bashrah, dan Kufah. Kemudian ia menyebutkan puluhan nama dari mereka).
7- Sahl bin Al-Mutawakkil Asy-Syaibani berkata: (Aku mendapati seribu guru atau lebih, semuanya mengatakan: Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang).
8- Ibn Jarir berkata: (Adapun perkataan mengenai: Apakah iman itu perkataan dan perbuatan yang bertambah dan berkurang, ataukah tidak ada penambahan dan pengurangan di dalamnya? Maka pendapat yang benar dalam masalah ini adalah pendapat orang yang mengatakan: Ia adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. Dan dengan inilah datang riwayat dari sekelompok sahabat Rasulullah ﷺ, serta di atas itulah berlalunya para pemeluk agama dan keutamaan).
Catatan Kaki Gambar 2: (1) Diriwayatkan oleh Ibn Batthah dalam ((Al-Ibanah Al-Kubra)) (1117). (2) Lihat: ((Manaqib Al-Imam Ahmad)) karya Ibn Al-Jauzi (hal. 222–224). (3) Lihat: ((Fath Al-Bari)) karya Ibn Hajar (1/47), ((Ithaf As-Sadah Al-Muttaqin)) karya Az-Zabidi (2/256). (4) Lihat: ((Syarh I'tiqad Ahl As-Sunnah)) karya Al-Lalaka'i (1753). (5) Lihat: Sumber yang sama (1754). (6) Lihat: ((Sharih As-Sunnah)) (hal. 25).
Gambar 3 (Halaman 393)
9- Ibn Abi Zaid Al-Qairawani berkata: (Fasal mengenai hal-hal yang disepakati oleh umat berupa urusan-urusan agama dan sunnah-sunnah yang mana menyelisihi hal tersebut adalah bidah dan kesesatan... Lalu ia menyebutkan beberapa hal, di antaranya: Bahwa iman adalah perkataan dengan lisan, keikhlasan dengan hati, dan amalan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan; berkurang dari hakikat kesempurnaannya, bukan pembatal bagi iman).
10- Abu Nashr As-Sijzi berkata: (Menurut Ashabul Atsar, iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. Dan para ulama penjuru negeri yang diikuti semuanya berada di atas pendapat ini).
11- Ibn Batthal berkata: (Mazhab Jamaah Ahlus Sunnah dari kalangan Salaf umat ini dan generasi setelahnya adalah bahwa iman itu perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang).
12- Ibn 'Abd al-Barr berkata: (Para ahli fikih dan hadis telah sepakat bahwa iman itu perkataan dan perbuatan, dan tidak ada perbuatan kecuali dengan niat. Iman menurut mereka bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan).
13- Al-Baghawi berkata: (Para Sahabat dan Tabi'in serta para ulama Sunnah setelah mereka telah sepakat bahwa amalan-amalan adalah bagian dari iman; berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebutkan nama Allah gemetarlah hati mereka..." hingga firman-Nya: "...dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka" [QS. Al-Anfal: 2–3], maka Allah menjadikan amalan-amalan seluruhnya sebagai iman, sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis Abu Hurairah. Dan mereka berkata: Sesungguhnya iman adalah perkataan, perbuatan, dan keyakinan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan).
Catatan Kaki Gambar 3: (1) Lihat: ((Ijtima' Al-Juyusy Al-Islamiyyah)) karya Ibn Al-Qayyim (hal. 218). (2) Lihat: ((Risalah As-Sijzi ila Ahl Zubaid fi Ar-Radd 'ala Man Ankara Al-Harf wa Ash-Shaut)) (hal. 274). (3) Lihat: ((Syarh Shahih Al-Bukhari)) (1/56), dinukil darinya oleh An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (1/146) dan Al-Kirmani dalam Syarah Shahih Al-Bukhari (1/76). (4) ((At-Tamhid)) (9/238), dinukil darinya oleh Ibn Taimiyah. Lihat: ((Majmu' Al-Fatawa)) (7/330). (5) ((Syarh As-Sunnah)) (1/38, 39).
Gambar 4 (Halaman 394)
14- 'Abdul Ghani Al-Maqdisi berkata dalam akidahnya: (Ketahuilah—semoga Allah memberi taufik kepada kami dan kepadamu—bahwa para Salaf yang saleh, para pengganti yang terpilih, para pemimpin imam, dan para ulama umat; perkataan mereka telah sepakat dan pandangan mereka telah cocok atas beberapa hal; di antaranya: Bahwa iman adalah perkataan, perbuatan, dan niat, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan).
15- Ibn Taimiyah berkata: (Para Salaf telah sepakat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang).
16- Ibn Al-Qayyim berkata: (Maka sesungguhnya berdasarkan ijmak Salaf: [Iman] bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan).
17- Ibn Katsir berkata: (Ia adalah mazhab mayoritas umat, bahkan ijmak atas hal tersebut dihikayatkan oleh lebih dari satu imam, seperti Asy-Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, dan Abu 'Ubaid).
18- As-Saffarini berkata: (Yang menjadi pegangan para imam atsar dan ulama Salaf adalah: Bahwa iman merupakan pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan amalan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan).
Ini adalah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam masalah iman, dan ia merupakan apa yang disepakati oleh para Salaf dan orang-orang yang mengikuti mereka.
Adapun apa yang menetap pada mazhab Asy-'ariyah dan dibukukan oleh orang-orang belakangan (muta'akhirin) dari kalangan Asy-'ariyah di dalam kitab-kitab mereka, yaitu bahwa iman adalah pembenaran dengan hati (at-tasdiq bil-qalb), pengakuan lisan adalah syarat untuk berjalannya hukum-hukum di dunia, dan amalan anggota badan adalah syarat kesempurnaan iman. Dan hal ini menyelisihi...
Catatan Kaki Gambar 4: (1) Lihat: (('Aqidah Al-Hafizh Taqiyyuddin 'Abdul Ghani bin 'Abdul Wahid Al-Maqdisi)) (hal. 38, 90). (2) Lihat: ((Al-Fatawa)) (7/672). (3) Lihat: ((Madarij As-Salikin)) (1/422). (4) Lihat: ((Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim)) (4/12). (5) Lihat: ((Syarh Tsulatsiyat Al-Musnad)) (2/160). (6) Lihat: ((Hasyiyah Ibn Al-Amir 'ala Ithaf Al-Murid Syarh Jauharat At-Tauhid)) (hal. 92–95), ((Syarh Ash-Shawi 'ala Jauharat At-Tauhid)) (hal. 133–136), ((Tuhfat Al-Murid 'ala Jauharat At-Tauhid)).
Gambar 5 (Halaman 395)
...ijmak para Salaf, bahkan menyelisihi keyakinan guru/syekh mereka yaitu Abu Al-Hasan Al-Asy'ari sendiri, di mana ia berkata: (Kami beriman bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang).
Dan perlu diberikan catatan bahwa kaum Asy-'ariyah, meskipun menyetujui Jahmiyyah dalam menjadikan iman sekadar pembenaran (at-tasdiq), namun mereka mengagungkan amalan-amalan saleh dan menjadikannya sebagai syarat bagi kesempurnaan iman, serta menjadikan amalan-amalan buruk sebagai penyebab masuk neraka. Sehingga mereka—meskipun menyelisihi Salafush Shalih yang menjadikan amalan sebagai bagian dari iman—tidak mengabaikan amalan-amalan saleh.
Bahkan, sebagian Asy-'ariyah menyetujui Salaf dalam penamaan/penetapan iman, seperti Abu 'Abdillah bin Mujahid, Abu Manshur Al-Baghdadi, dan Abu Al-Qasim Al-Qusyairi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar