Minggu, 27 September 2026

Imam Abu Hanifah Isbat Allah diatas langit



 Berikut adalah terjemahan teks dari kitab Kitab Al-Asma' wa As-Sifat karya Al-Imam Al-Baihaqi (Jilid 2, Halaman 338, Maktabah As-Suwadi):

[Informasi Kitab di Atas] Kitab Al-Asma' wa As-Sifat Karya: Abu Bakr Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi (384 – 458 H, rahimahullah) Jilid Kedua / Maktabah As-Suwadi lid-Tawzi'

[Judul Bab] Bab Firman Allah 'Azza wa Jalla Kepada 'Isa 'Alaihis Salam: ﴿إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ﴾ (Sesungguhnya Aku mencabut nyawamu dan mengangkatmu kepada-Ku)

[Teks Utama]

"Abu Maryam Abul 'Ishmah berkata: Kami pernah berada di sisi Abu Hanifah saat awal munculnya gerakan tersebut, ketika seorang wanita dari Tirmidz mendatangi beliau. Wanita itu dulunya sering duduk bersua bersama Jahm bin Safwan, lalu ia memasuki Kufah dan aku melihat ada tidak kurang dari sepuluh ribu orang mengikutinya serta mengajak orang-orang kepada pemikirannya.

Dikatakan kepada wanita itu: 'Di sini ada seorang pria yang mendalami pemikiran rasional (al-ma'qul), dipanggil dengan sebutan Abu Hanifah.' Maka wanita itu mendatangi beliau dan berkata: 'Engkaulah yang mengajarkan berbagai masalah kepada orang-orang namun engkau meninggalkan agamamu? Di manakah Tuhan yang engkau sembah itu?'

Abu Hanifah diam dan tidak menjawabnya selama tujuh hari. Kemudian beliau keluar menemui orang-orang setelah menyusun dua kitab, lalu beliau berkata: 'Allah Tabaraka wa Ta'ala berada di langit, bukan di bumi.'

Seseorang lalu bertanya kepada beliau: 'Bagaimana pendapatmu tentang firman Allah 'Azza wa Jalla: ﴿وَهُوَ مَعَكُمْ﴾ (Dan Dia bersama kamu)?' Abu Hanifah menjawab: 'Hal itu sebagaimana ketika engkau menulis surat kepada seseorang: "Sesungguhnya aku bersamamu", padahal engkau gaib (jauh/tidak berada di sisinya).'"

[Komentar Al-Imam Al-Baihaqi]

"Aku (Al-Baihaqi) berkata: Sungguh Abu Hanifah radhiyallahu 'anhu telah benar dalam hal penafian sifat Allah 'Azza wa Jalla dari berada di bumi. Dan begitu pula dalam penjelasan penafsiran ayat tersebut, serta dalam mengikuti pendengaran secara mutlak pada firman Allah 'Azza wa Jalla bahwa Dia berada di langit.

Maksud beliau dari hal tersebut—wallahu a'lam jika riwayat ini sahih dari beliau—adalah sebagaimana yang telah kami sebutkan tentang makna firman Allah: ﴿أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ﴾ (Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit). Dan telah diriwayatkan pula dari Abu 'Ishmah bahwa beliau menyebutkan bahwa itu merupakan mazhab Ahlus Sunnah..."

Halaman: 338

Tidak ada komentar:

Posting Komentar