Minggu, 27 September 2026

Sifat Allah adalah haqiqoh & memiliki makna

 


Berikut adalah terjemahan teks dari kitab Adz-Dzail 'ala Thabaqat Al-Hanabilah karya Ibnu Rajab Al-Hanbali (Jilid 3, Halaman 36, Maktabah Al-Obeikan):

[Informasi Kitab di Atas] Adz-Dzail 'ala Thabaqat Al-Hanabilah Karya: Al-Imam Al-Hafizh Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab (736 – 795 H) Jilid Ketiga / Maktabah Al-Obeikan

[Teks Utama - Halaman 36]

"Dan aku membaca tulisan tangan Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi—sebagai bantahan terhadap orang yang menukil adanya konsensus (ijma') atas pengafirannya [terhadap Al-Hafizh Abdul Ghani Al-Maqdisi]:

Adapun ucapannya: 'Mereka telah sepakat (ijma')', maka mereka tidaklah sepakat (ijma')! Bahkan beberapa pemuka Asy-'ariyah memberi fatwa demikian dari kalangan orang-orang yang mengafirkannya, dan ia (Al-Hafizh Abdul Ghani) pun mengafirkan mereka. Dan tidak timbul dari orang ini (Abdul Ghani) melainkan apa yang diucapkan oleh sekian banyak ulama Hanabilah dan ahli hadis, yaitu: Bahwa sifat-sifat yang telah tetap (itsbat) itu dipahami atas hakikatnya (makna sebenarnya), bukan atas dasar majas (kiasan).

Maksud saya, sifat-sifat tersebut diberlakukan sesuai dengan konteks yang datang darinya, tanpa diungkapkan dengan ungkapan-ungkapan lain, sebagaimana yang dilakukan oleh Mu'tazilah atau generasi belakangan dari Asy-'ariyah. Hal ini tetap menyertai keyakinan bahwa sifat-sifat Allah Ta'ala tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya."

Halaman: 36

Tidak ada komentar:

Posting Komentar