1. Kita mulai dari kyai Imad
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani tergolong produktif menulis kitab-kitab berbahasa Arab (mencakup disiplin ilmu fikih, ushul fikih, akidah, akhlak, hingga risalah penelitian genealogis/nasab).
Berikut beberapa nama kitab berbahasa Arab karangan beliau:
Kitab Bidang Fikih, Aqidah, & Ke-NU-an
- Al-Fikrah al-Nahdliyyah fi Ushuli wa Furu’i Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (الفكرة النهضية في أصول وفروع أهل السنة والجماعة) Membahas dasar-dasar akidah, fikih, dan ajaran Ahli Sunnah wal Jama'ah khas Nahdlatul Ulama.
- Nail al-Kamil fi Syarh Matn al-Waraqat (نيل الكامل) Kitab syarah/penjelasan atas matan ilmu Ushul Fikih klasik (Al-Waraqat).
- Al-Syamil fi Fiqh al-Mu'amalah Membahas hukum-hukum fikih muamalah (ekonomi dan transaksi Islam).
- Al-Mawā'iẓ al-ʻIṣāmiyyah Berisi kumpulan nasihat, etika, dan ajaran akhlak.
- Al-Aqwal al-Munirah (الأقوال المنيرة) Kitab yang memuat nasihat-nasihat keilmuan dan wasiat Spiritual.
Kitab Bidang Ilmu Nasab & Historiografi (Riset Genealogi)
- Minhaj al-Nassabin (منهاج النسابين) Kitab metode dan Kaidah Penelitian Ilmu Nasab.
- Al-Bayan al-Dhahabi fi Ma Yata'allaq bi Dharriyyah al-Nabi (البيان الذهبي) Penjelasan mengenai kriteria dan manuskrip sejarah terkait keturunan Nabi.
- Al-Mawahib al-Laduniyyah fi Inqita' Nasab Ba'Alawi bin 'Ubaydillah (المواهب اللدنية) Risalah kritis mengenai manuskrip sejarah nasab Ba'Alawi.
- Al-Ma'arif al-Rabbaniyyah fi Hifz al-Nutfah al-Nabawiyyah (المعارف الربانية)
- Qami' al-Masawi (قامع المساوئ) Kitab sanggahan dan jawaban ilmiah terkait riset genealogi.
- Al-Syajarah al-Thayyibah fi Itsbat Nasab Bani Qatadah (الشجرة الطيبة في إثبات نسب بني قتادة) Penelitian silsilah nasab Bani Qatadah.
Sebagian besar kitab tersebut diterbitkan melalui percetakan pesantren beliau (Maktabah Nahdlatul Ulum, Banten) dan beberapa di antaranya diunggah ke perpustakaan digital.
Berikut adalah daftar karya berbahasa Arab ciptaan para habib yang hidup/berdakwah di Indonesia yang statusnya tercetak resmi, aktif dipelajari di pesantren/majelis taklim, atau sangat mudah ditemukan versi digital (PDF)-nya di Indonesia:
1. Habib Hasan bin Ahmad Baharun (Pendiri Ponpes Dalwa, Pasuruan)
Beliau menulis rangkaian kitab pelajaran bahasa Arab modern yang menjadi kurikulum wajib di berbagai pesantren di Indonesia dan PDF-nya tersebar luas:
- Al-Muhawaroh Al-Arabiyyah (المحاورة العربية) Kitab percakapan bahasa Arab bertingkat (Jilid 1–3) yang dipakai ribuan santri untuk belajar komunikasi bahasa Arab harian.
- Al-Kamus Al-'Ashriyyah (القاموس العصري) Kamus istilah Arab modern untuk santri/pelajar.
2. Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Pengarang Simtuddurar)
Meskipun lahir di Yaman, karya beliau ditulis atas permintaan dan hubungan erat dengan murid-murid serta dakwah di Nusantara (putra beliau, Habib Alwi, mendirikan Masjid Riyadh Solo). Kitab beliau adalah salah satu yang paling sering dibaca di Indonesia:
- Simtuddurar (سمط الدرر) Kitab maulid berbahasa Arab yang dicetak jutaan eksemplar, dibaca rutin setiap minggu/bulan di ribuan majelis taklim dan pesantren dari Jawa hingga Sumatra. PDF-nya tersebar sangat luas.
3. Habib Salim bin Abdullah asy-Syathiri (Pengasuh Rubath Tarim)
Meskipun wafat di Yaman, beliau menghabiskan banyak waktu berdakwah dan mengajar murid-murid dari Indonesia. Karya syarahnya atas kitab Safinatun Naja (kitab fikih populer di Indonesia) sangat dicari santri:
- Al-Fawaid al-Jaliyyah fi Syarh as-Safinah al-Jaliyyah (الفوائد الجلية) / Ghayat al-Muna Kitab syarah fikih berbahasa Arab tingkat lanjut atas kitab Safinatun Naja. Banyak dibaca oleh para ustaz/kyai muda dan PDF-nya tersebar luas di kalangan santri.
4. Habib Utsman bin Yahya (Mufti Betawi)
Banyak karya beliau dalam bahasa Arab murni yang telah didigitalisasi (PDF) oleh lembaga riset/perpustakaan Islam di Indonesia:
- Al-Qawanin asy-Syar'iyyah (القوانين الشرعية) Kitab fikih susunan hukum Islam berbasis mazhab Syafi'i berbahasa Arab yang masih dicetak dan diteliti akademik hingga hari ini.
- An-Nasihat al-Aniqah (النصيحة الأنيقة) Kitab nasihat tasawuf dan moral berbahasa Arab.
5. Habib Salim bin Ahmad bin Jindan (Jakarta)
Ulama ahli hadis dan sejarawan asal Betawi yang sangat produktif. Karya-karya cetaknya dalam bahasa Arab banyak tersimpan di perpustakaan pesantren dan bentuk PDF:
- Al-Khulashah al-Kafiyah fi Ilm al-Musthalah Kitab bidang Musthalah Hadits (ilmu kaidah hadis) yang disusun ringkas berbahasa Arab untuk pengajaran.
- Al-Mu'jam al-Lathif Kitab berisi catatan sanad keilmuan dan gurunya di Nusantara dan Timur Tengah.
6. Habib Ahmad bin Abdullah Assegaf (Garut, Jawa Barat)
Sejarawan dan sastrawan habib di Indonesia yang menghasilkan karya literatur unik berbahasa Arab:
- Fatat Qarut (فتاة قاروت - Gadis Garut) Novel berbahasa Arab pertama yang ditulis di Indonesia, berlatar budaya Sunda dan Islam di Garut. Kitab ini dicetak dan menjadi kajian riset literatur bahasa Arab di berbagai perguruan tinggi Islam.
Berikut adalah karya-karya berbahasa Arab tulisan Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar bin Smith yang dicetak, dikaji, atau tersebar luas dalam bentuk PDF:
7. Habib Muhammad Rizieq Shihab
Selain menulis buku-buku pergerakan/dakwah berbahasa Indonesia, beliau menyelesaikan pendidikan akademik sarjana (S1) di Universitas King Saud (Arab Saudi) serta magister dan doktor (S2 & S3) di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Beliau menulis karya ilmiah dan tesis dalam bahasa Arab formal:
- Taysīr al-Bārī fī Tarjamah al-Imām al-Bukhārī (تيسير الباري في ترجمة الإمام البخاري) Deskripsi: Risalah Biografi dan Manakib Imām al-Bukhārī yang ditulis beliau dalam bahasa Arab. Kitab ringkas ini digunakan dan dipelajari sebagai materi kajian ilmu hadis di lingkungan pesantren/majelis beliau.
- Manāhil al-Irfān fī 'Ulūm al-Qur'ān (مناهل الإرفان) Deskripsi: Diktat/risalah pengajaran ilmu-ilmu Al-Qur'an berbahasa Arab yang disusun untuk santri di Pondok Pesantren Markaz Syariah.
- Tesis Magister & Disertasi Doktoral (S2/S3 USIM) Deskripsi: Karya ilmiah akademik berbahasa Arab yang membahas metodologi studi keislaman dan perbandingan mazhab. Berkas PDF tesis dan disertasinya tersebar luas di kalangan akademisi perguruan tinggi Islam dan perpustakaan digital.
8. Habib Bahar bin Smith
Sebagai pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin (Bogor), Habib Bahar menulis beberapa risalah berbahasa Arab yang difungsikan sebagai materi ajar (diktat) untuk para santrinya. Kitab-kitab ini dicetak secara internal dan PDF-nya beredar di kalangan jamaah:
- Ad-Durrah al-Yatīmah fī Bayān Ahl as-Sunnah wa al-Jamā'ah (الدرة اليتيمة) Deskripsi: Risalah ringkas berbahasa Arab yang membahas dasar-dasar akidah Asy'ariyah/Ahlussunnah wal Jama'ah serta batasan-batasan pemikiran keagamaan.
- Kitāb at-Tawḥīd wa al-'Aqā'id (كتاب التوحيد والعقائد) Deskripsi: Kitab pengantar tauhid berbahasa Arab yang disusun dengan metode tanya-jawab (su'āl wa jawāb) untuk memudahkan hafalan dan pemahaman santri tingkat dasar (ibtidai/tsanawi).
- An-Naṣā’iḥ al-Bāhirah li al-Ummah al-Islāmiyyah (النصائح الباهرة) Deskripsi: Kumpulan nasihat akhlak, etika menuntut ilmu, dan keutamaan dakwah yang disusun dalam bahasa Arab ringkas.
Jika dibandingkan dari segi kuantitas/jumlah total kitab karangan berbahasa Arab, kelompok ulama pribumi Nusantara (Kiai dan Gus) jauh lebih banyak dan mendominasi.
Meskipun ulama dari kalangan Habib (seperti Habib Utsman bin Yahya atau Habib Salim bin Jindan) produktif menulis, jumlah judul kitab berbahasa Arab karya para kiai pribumi secara historis mengungguli mereka baik dari segi populasi penulis maupun produktivitas individu.
1. Ulama Pribumi Paling Produktif Menulis Kitab Arab
Beberapa kiai Nusantara dikenal memiliki karya berbahasa Arab yang jumlahnya mencapai puluhan hingga di atas 100 judul:
- Syekh Nawawi al-Bantani (Banten): Ulama pribumi paling fenomenal yang menulis lebih dari 100 kitab berbahasa Arab. Kitab-kitabnya (seperti Nihayatuz Zain, Kasyifatus Saja, Tafsir Marah Labid) dicetak di Kairo, Arab Saudi, hingga Beirut dan dipelajari di seluruh dunia Islam.
- Syekh Yasin al-Fadani (asal Padang, lahir di Makkah): Dijuluki Musnid ad-Dunya (pemilik sanad terbanyak di dunia). Beliau menulis lebih dari 90 kitab berbahasa Arab dalam bidang ilmu hadis, ushul fikih, dan falak.
- Syekh Mahfudz at-Tarmasi (Pacitan, Jawa Timur): Mengajar di Masjidil Haram dan menulis puluhan kitab berbahasa Arab tingkat tinggi (seperti Mauhibah Dzi al-Fadl dan Minhaj Dzawin Nazhar).
- Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (Sumatra Barat): Guru Besar Syafi'iyah di Makkah yang menulis sekitar 49 kitab berbahasa Arab mencakup fikih, matematik, falak, hingga aljabar.
- Kiai/Gus Kontemporer: Seperti KH. Sahal Mahfudh (Thariqat al-Hushul), KH. Afifuddin Muhajir (Fath al-Mujib al-Qajib), hingga KH. Maimoen Zubair dan KH. Ihsan Jampes (Siraj at-Thalibin yang dikaji di Al-Azhar Mesir).
2. Habib di Indonesia yang Produktif
Dari kalangan Habaib di Indonesia yang paling menonjol menulis kitab Arab dalam jumlah puluhan adalah:
- Habib Utsman bin Yahya (Mufti Betawi): Menulis sekitar 80–100 karya, namun gabungan antara bahasa Arab murni dan bahasa Melayu beraksara Arab (Pegon).
- Habib Salim bin Jindan (Jakarta): Menulis belasan hingga puluhan risalah keilmuan dan sanad berbahasa Arab.
Mengapa Ulama Pribumi Menulis Lebih Banyak Kitab Arab?
- Tradisi Pesantren & Sanad Makkah: Ulama kiai pribumi sejak abad ke-18 hingga ke-20 memiliki tradisi bermukim lama di Makkah/Madinah (Ashab al-Jawiyyin). Untuk mengajar di Masjidil Haram atau diakui secara internasional, mereka diwajibkan menulis karya ilmiah berbasis standar bahasa Arab fusha (formal).
- Kebutuhan Kurikulum Pesantren: Para kiai di tanah air menulis kitab (syarah atau hasyiyah) untuk dijadikan diktat/bahan ajar santri di pondok pesantren.
- Populasi Kiai yang Lebih Besar: Jumlah kiai/pesantren di Nusantara secara kuantitas jauh lebih banyak dibanding populasi habaib yang aktif di bidang riset penulisan literatur Arab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar