Secara bahasa, kata jisim (جِسْم) dalam literatur linguistik Arab merujuk pada bentuk fisik, tubuh, atau sesuatu yang memiliki volume/kepadatan (al-jasad wa al-katsafah).
Berikut penjelasan makna kata jisim menurut tiga ahli linguistik besar beserta tanggal lahir dan wafat mereka:
1. Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi (Penyusun Kitab al-'Ain)
- Tanggal Hidup: Lahir sekitar tahun 100 H / 718 M — Wafat pada Jumadil Akhir 173 H / 789 M (di Basrah, Irak).
- Makna Jisim: Al-Farahidi menjelaskan bahwa jisim adalah tubuh atau fisik yang memiliki kepadatan, ketebalan, dan bentuk yang nyata (al-jasad al-muta'asy-syikh atau al-katsif). Menurut beliau, jisim berbeda dari sekadar ruh atau bentuk abstrak karena jisim memiliki keberadaan fisik yang dapat dirasa atau diukur.
2. Ibnu Faris (Penyusun Mu'jam Maqayis al-Lughah)
- Tanggal Hidup: Lahir pada tahun 329 H / 941 M — Wafat pada Sya'ban 395 H / 1004 M (di Rayy, Persia/Iran).
- Makna Jisim: Dalam metodologi etimologi Ibnu Faris (yang selalu mengembalikan kata ke akar dasarnya), akar kata jim-sin-mim (ج-س-م) menunjukkan prinsip utama berupa kumpulan (al-tajammu'), ukuran yang besar/tebal (al-'izham), dan ketegasan bentuk. Oleh karena itu, jisim bagi Ibnu Faris adalah setiap entitas atau benda yang memiliki massa, wujud terkumpul, serta bentuk fisik yang utuh dan tebal (kullu syai-in lahu syakhsh wa 'izham).
3. Abu Manshur al-Azhari (Penyusun Tahdhib al-Lughah)
- Tanggal Hidup: Lahir pada tahun 282 H / 895 M — Wafat pada Rabi'ul Awwal 370 H / 980 M (di Herat, Khorasan).
- Makna Jisim: Al-Azhari menegaskan bahwa jisim adalah badan atau wujud materi yang tersusun dari bagian-bagian hingga memiliki panjang, lebar, dan kedalaman (ma tahammala al-thul wa al-'ardh wa al-'umq). Beliau membedakan antara jisim (fisik yang utuh/padat) dengan jirim (materi secara umum) atau 'aradh (sifat yang menempel pada benda, seperti warna atau bau).
Ringkasan Perbandingan
| Tokoh | Kamus Utama | Tanggal Hidup (H / M) | Penekanan Makna Jisim |
|---|---|---|---|
| Al-Farahidi | Kitab al-'Ain | 100 H – 173 H / 718 M – 789 M | Fisik/tubuh yang padat dan berwujud (al-jasad). |
| Ibnu Faris | Mu'jam Maqayis al-Lughah | 329 H – 395 H / 941 M – 1004 M | Kumpulan materi yang berukuran besar/tebal (al-tajammu' wa al-'izham). |
| Al-Azhari | Tahdhib al-Lughah | 282 H – 370 H / 895 M – 980 M | Entitas bermateri yang memiliki dimensi (panjang, lebar, dan tebal/dalam). |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar