Berikut adalah terjemahan teks bahasa Indonesia dari kitab Fiqhus Sirah An-Nabawiyyah karya Dr. Muhammad Sa'id Ramadan Al-Bouthi (Halaman 74):
[Informasi Kitab di Bagian Atas] Fiqhus Sirah An-Nabawiyyah (Memahami Sejarah Kehidupan Nabi) Dilengkapi Ringkasan Sejarah Khulafaur Rasyidin Karya: Dr. Muhammad Sa'id Ramadan Al-Bouthi Penerbit: Dar Al-Fikr Al-Mu'ashir (Beirut - Lebanon) / Dar Al-Fikr (Damaskus - Suriah)
[Teks Utama]
"Kita hendaknya mengetahui bahwa tolok ukur penerimaan kita terhadap suatu kabar/riwayat tidak lain adalah kejujuran dan keabsahan riwayat tersebut. Apabila riwayat telah terbukti secara jelas dan sah, maka tidak ada jalan lain kecuali mengabulkan dan menerimanya dengan penuh penghormatan, sedang tolok ukur kita untuk memahaminya saat itu adalah petunjuk-petunjuk dan hukum-hukum bahasa Arab.
Prinsip dasar dalam suatu perkataan adalah makna hakiki (makna sebenarnya). Sekiranya dibolehkan bagi setiap peneliti dan pembaca untuk memalingkan perkataan dari makna hakikinya ke berbagai petunjuk makna kiasan (majaz) guna memilih makna mana saja yang disukainya, niscaya nilai bahasa akan lumpuh, kehilangan petunjuk maknanya, dan manusia akan tersesat dalam pemahamannya.
Lalu, untuk apa mencari-cari takwil dan mencoba mengingkari makna hakiki?
Ketahuilah bahwa hal itu tidaklah muncul melainkan dari kelemahan iman kepada Allah, kemudian dari kelemahan keyakinan terhadap kenabian Muhammad ﷺ dan kebenaran risalahnya. Jika tidak demikian, betapa mudahnya meyakini segala sesuatu yang telah sah penukilannya, baik hikmah dan alasannya diketahui maupun tidak diketahui."
Halaman: 74

Tidak ada komentar:
Posting Komentar