Minggu, 27 September 2026

Asy-'ariyyah dan Maturidiyyah dalam Timbangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah 



 Berikut adalah terjemahan langsung teks dari gambar tersebut ke dalam bahasa Indonesia:

[Teks Utama]

7- Al-Iji berkata: (Ketahuilah bahwa iman secara bahasa adalah pembenaran (at-tasdiq). Allah Ta'ala berfirman menirukan perkataan saudara-saudara Yusuf: "Dan engkau sekali-kali tidak akan percaya kepada kami" [QS. Yusuf: 17]—maksudnya: membenarkan kami. Dan Nabi ﷺ bersabda: "Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya"—maksudnya: engkau membenarkan.

Adapun secara syariat—yaitu yang berkaitan dengan hukum-hukum yang telah kami sebutkan—maka iman menurut kami (dan ini adalah pendapat mayoritas imam seperti Al-Qadhi dan Al-Ustadz) adalah: pembenaran (at-tasdiq) terhadap Rasul mengenai apa yang diketahui datang darinya secara pasti (dharurah); secara terperinci pada apa yang diketahui secara terperinci, dan secara global pada apa yang diketahui secara global.

Ada pula yang berpendapat: Iman adalah pengetahuan (al-ma'rifah); sebagian menyebut pengetahuan kepada Allah, dan sebagian lagi menyebut pengetahuan kepada Allah dan apa yang dibawa oleh para rasul. Kaum Karramiyyah berpendapat: Iman adalah dua kalimat syahadat. Suatu kelompok berpendapat: Pembenaran (at-tasdiq) beserta dua kalimat syahadat, dan ini diriwayatkan dari Abu Hanifah rahimahullah.

Sebagian kaum berpendapat: Sesungguhnya iman adalah amalan anggota badan. Kaum Khawarij, Al-'Allaf, dan 'Abdul Jabbar berpendapat bahwa iman adalah seluruh ketaatan, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Al-Jubba'i beserta putranya dan mayoritas Mu'tazilah Bashrah berpendapat bahwa iman adalah ketaatan-ketaatan yang diwajibkan saja, bukan yang sunnah.

Sedangkan Salaf dan Ashabul Atsar berpendapat: Sesungguhnya iman adalah gabungan dari ketiga hal tersebut, yaitu pembenaran dengan hati (tasdiq bil-janan), pengakuan dengan lisan (iqrar bil-lisan), dan amalan dengan anggota badan ('amal bil-arkan)).

Dan dalam perkataan Al-Iji terdapat penegasan bahwa mazhab Asy-'ariyah berbeda dengan mazhab Salaf.

[Catatan Kaki]

(1) Lihat: ((Abkar Al-Afkar fi Ushul Ad-Din)) (5/9, 18). (2) Diriwayatkan oleh Muslim (8) dari hadis 'Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, dengan lafal: ("...Maka beritahukanlah kepadaku tentang iman. Beliau bersabda: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya..."). Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (50) serta Muslim (10) dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dan lafal Muslim: ("... Beliau ditanya: Wahai Rasulullah, apakah iman itu? Beliau bersabda: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-Nya, perjumpaan dengan-Nya, dan rasul-rasul-Nya..."). (3) Lihat: ((Al-Mawaqif ma'a Syarh Al-Jurjani)) (3/527).

Fasal Ketujuh: Akidah Asy-'ariyah | Halaman 391

Tidak ada komentar:

Posting Komentar